Kamis, Tgl 7 maret 2013, saya dan suami mengunjungi teman yang anaknya sakit di RS Mitra Kemayoran Kelapa Gading. Sekitar jam 12.45 kami pamit karena harus ngecek keadaan kitchen studio yang sedang di renovasi. Penasaran aja… udah sampai dimana progressnya.
Naik ke mobil, kami akhirnya memilih lewat Artha Gading. Jalan yang paling cepat, paling ga itu yang saya pikir. Terburu-buru karena jam 3 saya harus sampai di rumah lagi lantaran harus bertemu teman yang mau demo alat untuk perawatan muka.
Duduk disamping pak kusir…. Ehhh suami maksudnya (sorry ya honey… becanda boleh dong J), dibenak saya sudah terbayang kitchen setnya pasti udah beres. Tiba – tiba lamunan saya terhenti karena melihat antrian yang luar biasa dari depan Mall Artha Gading.
Walaaahhhhh… ini mah ga mungkin 15 menit sampai di studio yang terletak di Cempaka Mas. Asli STUCK! Akhirnya suami maneuver kembali kearah MOI, yang juga padat. Ahh…. Kenapa ga lihat gps aja yaa? Kan kelihatan keadaan trafficnya. Tampaknya jalan Perintis ga macet.
Dengan percaya diri kami akhirnya kembali ke Boulevard Raya menuju perintis… tapi asssstagaaa nagaaaaa… macet juga. Masih berpikir positif, suamiku berkata ini karena rambu lalu lintasnya aja di stelnya kecepetan, jadi antrian panjang. Saya mulai gelisah, mana mungkin kembali sampai ke rumah jam 3?
Beberapa kali saya menelpon supir untuk mengatur penjemputan, yang akhirnya dibatalkan karena masih berharap jalan akan lancar lagi. Dan.. YEAAAHHHH lampu hijauuu…. Suamiku buru buru tancap gas.. baru aja mau belok kanan ke arah Perintis, terlihat lagi antrian panjang, macet ga bergerak. Untung saja suamiku langsung maneuver ke dua kalinya.
Kali ini ke kayu putih yang akhirnya berhenti di depan padang sederhana. Sedikit shock melihat kondisi macet yang sangat kelewatan hari ini.
OMG… Parah amat. Jam menunjukan jam 2.15.
“Honey, saya turun aja disini. Naik ojek aja!”
Suami ku menatap dengan pandangan kaget, seakan ga percaya istrinya mau naik ojek.
“Naik bajaj aja”, katanya.
“Ntar deh saya atur gimana.”
Segera saya turun dari mobil, karena suami harus tetap meeting anyway.
Turun dari mobil, jujur nih yaa.. Ada suara di kepala saya berkata: “ga salah neehh ‘Bu Desi MASTER CHEF, DIREKTUR HOTEL’ naik ojek?”
Memang saya udah lamaaaaa bangeeeett ga naik ojek, 20 tahun kali. Segera sesudah itu suara hati saya berkata kebalikannya, ”Kenapa mesti malu? Ingat kata – katamu dulu, kamu sama dengan orang lain. Ga perlu gengsi!”
Ayok kuatan hati!
..AHA.… Saya harus mengambil keputusan mengikuti pikiranku atau hatiku. Dan YES, suara hatiku menang!
Dan segera saya celingak celinguk cari si tukang ojek.
Tampaknya si tukang ojek melihat kesempatan dibalik kemacetan hari itu. Langsung si bapak teriak , ojek yuuk ojek. Akhirnya transaksipun terjadi dan….. hap. Segera saya dibonceng si tukang ojek sembari tangan memegang besi belakang kursi motor. Lhoo.lhoo..lho…. ini tukang ojek kok malah ngelawan arah begini??? Saya asli sedikit menyesal ngapain juga naik ojek.. taruhan nyawa…. . ternyata gesit juga nih tukang ojek…
Gesit, soalnya semua rambu lalu lintas dilanggar, aduuhh maaaak….
“Hati – hati, Pak” kata saya.
“Tenang aja, saya kalo bawa motor sangat hati – hati kok”
“Yeaahh , right” dalam hati saya berkata begitu.
Akhirnya sampai juga saya di rumah. Saya mengambil waktu untuk berpikir apa yang saya bisa pelajari dari hari ini lewat macet dan si tukang ojek..
Dan yang saya pelajari adalah “GENGSI akan buat kita MACET di jalan kehidupan kita! Padahal ketika kita melepaskan GENGSI kita, TUHAN akan mengirim orang – orang yang bisa membawa kita sampai pada tujuan kita.”
Sahabat…Ingatlah… Hatimu kekuatanmu, Jadilah kuat tanpa batas!
Nice story chef it’s blessing me. GBu
Hai… thanks banget udah tinggalin komen. ingat! tetap kuat tanpa batas!
Nice Story! ^o^
Desi sang Master Chef tetap menjadi Master Chef apapun yang dikendarain.. apakah naik Roll Royce atau becak.. Desi tetaplah si sang Master Chef.. so jadilah diri kita seperti apa yang telah Tuhan berikan dan jalani dengan rasa syukur yang luar biasa sehingga kita benar-benar bisa menikmati apa yang namanya kehidupan di dunia ini.. Title, ketenaran, kekayaan lambat laun akan sirna namun jati diri sebenarnya akan tinggal bersama kita selamanya… Sukses terus our master chef… Salam manis
Wow… First time I visit your blog, Chef… Dibalik kehandalan memasak di dapur, anda juga memiliki keahlian menulis untuk menyentuh jiwa… Thank you so much bu… Tetap berkarya Dan menjalani berkat bagi banyak orang!!! God Bless…