Beberapa bulan yang lalu saya  begitu sibuk dengan jadwal – jadwal cooking demo dan juga beberapa proyek saya. Saya sangat kelelahan karena tidak ada keseimbangan antara kerja dan rekreasi. Mudah sekali sepertinya untuk marah dan menyerah. Tapi tohh saya tetap harus profesional dalam kerjaan saya, apapun kondisinya.

Saya ingat ketika saya sedang melakukan pemotretan untuk buku yang akan saya keluarkan “20 Fun Recipes of Strong Heart”. Di penghujung waktu, saya mendadak “hilang ingatan” menu apa yang harus saya buat. OMG! Untung saja jumlah foto sudah cukup sehingga tidak menggangu jalannya pemotretan. Saya duduk kelelahan, capek dan minta ijin utk segera pulang. I NEED A  SLEEP! I NEED A VACATION!  Saat ini saya berpikir  mungkin saya akan berhenti memasak dan enjoy my life without tuntutan untuk memasak . Oh…. NO! Saya jenuuhhhh!

Saya segera mengambil waktu untuk mengevaluasi diri. Menenangkan diri dan mencari hiburan yang paling sederhana. NONTON!  Biasanya , selain menonton film, saya suka duduk nongkrong dengerin live musik. Jazz and Latin, my favourite! Well anyway… Alhasil 2 malam berturut – turut, saya bersama mantan pacar (baca:suami) nonton….. Lumayan teratasi sedikitlah stressnya.

Saya segera mengecek agenda saya apa dan oww… ada jadwal utk cooking di private party for 10. It was Saturday. Seorang DJ level International, kedua kalinya mengundang saya untuk masak dirumahnya. Saat itu, saya jujur agak hang… Ada sih beberapa menu yang saya mau buat, but still… i need to create the best meal of mine, because its his birthday…. well… alhasil saya membuat :

  1. Soup – birdnest soup duo flavour, sop sarang burung walet kreasi terbaru saya,
  2. Appetizer – Clam with sambal matah udang bumbu bali and seared baramundi with lempah sauce.
  3. Maincourse – Fillet mignon with home made bell pepper bbq sauce, balsamic reduction and basil oil served with green salad
  4. Dessert – flourless hazelnut cake with chocolate ganache

Dibantu oleh 2 asisten saya, akhirnya acara selesai dan saya pamit pulang untuk beristirahat dan memulihkan diri. Hari berlalu dan 2 malam saya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Seperti biasa, tiap malam saya selalu mengevaluasi diri saya apakah saya sudah melakukan yang terbaik hari ini? Apa yang harus saya perbaiki? Well…. Akhirnya hasil dari “check up” hati…. i know.. it was not my best! Saya memutuskan untuk segera menhubungi my client saya and had a word with him.

“Hai.. mr DJ! Are you in Jakarta? I need to talk to you.” Ketik saya di bbm

“Ada apa master?”

Hahaha… sungguh lucu , mr DJ selalu memanggil saya dengan sebutan master….. (untung aja bukan mister) hahaha.

“About your bday dinner”, kata saya.

“Ada apa”, balasnya.

Saya menarik nafas panjang dan mulai mengetik lagi.

“I dont think I did my best!”

“ Hah?” Mr DJ, bingung.

“NO..NO.. We are happy with the dinner”. Balasnya lagi.

“Well.. you know what. Parameter saya adalah hati saya sendiri. I know whether i did my best or not” ketik saya.

“Saya mau memiliki sikap hati yang benar dihadapan Tuhan dan juga dihadapan manusia”, lanjut  saya lagi.

Bukannya saya sok rohani, tapi sy ingin menjalani motto “hatiku kekuatanku.”

“Wow… woww..woww…. master… “, mr DJ speechless.. ia berhenti mengetik.

Bingung gak tau mau ngomong apa.

“Gini aja…. i give you 2 choices…first.. Saya akan kembalikan 10% dari pembayaran, atau saya akan masak lagi buat kamu tapi in family style. Please allow me to do it!”.

Prinsipnya uang bisa dicari, tapi teman tidak mudah dicari. Mereka lebih berharga dari uang. Saya berhasil memaksa dan akhirnya mr DJ setuju untuk saya memasak lagi buatnya dan istri, tentunya setelah ia kembali ke Indonesia.

“Thank you for giving me the chance” ketik saya lagi. See you soon.

Hari H tiba. Akhrirnya saya memasak 3 macam masakan, 2 indonesia dan 1 western food. Dan membawa ke rumah mr DJ. Disana istri dan sahabatnya juga datang. They are excited to eat my food. Kembali saya ungkapan alasan saya melakukan ini dihadapan istri dan sahabatnya.

“We actually enjoy your food last time”, kata si istri dengan wajah serius

“Ya! Saya juga..”, sahut sahabatnya.

Mendengar itu saya lega, karena mereka katakan dengan tulus.

“Well.. that’s ok!“, kata saya lagi, yang penting saya menyelasaikan urusan hati saya dulu aja.

Segera saya memanaskan makanan Australian Beef Oxtail Soup, Snapper with rica sauce and roasted chicken with herbs, heston blumental’s way! … And they love the food. Wahh.. lega!

“Mana lebih enak?”, tanya saya.

“Sama – sama enak..  hanya beda style aja”, katanya lagi.

Saya tersenyum dan pamit pulang…

Saya bersyukur.. alarm hati saya “berbunyi” ketika ada sesuatu yang salah. Saya belajar.. bahwa..

Mudah buat Tuhan untuk memberkati kita dengan kekayaan, tapi pertanyaannya.. Apakah kita siap mengaturnya? Karena jika tidak, kekayaan itu bukan menjadi berkat, tapi malah menjadi jerat buat kita.

Ketidakseimbangan dalam hidup juga akan merebut sukacita kita dalam hidup. Itu sebabnya penting untuk memiliki hidup yang seimbang antara kerja, rekreasi, keluarga, kehidupan rohani, sosial network kita… karena semua yang saya sebut itu juga adalah harta bagi kita. Mari melatih hati kita tetap kuat tanpa batas!